Perjalanan Indah Ke Final Di Akhiri Dengan Kekalahan

during the UEFA Europa League Final match between FC Dnipro Dnipropetrovsk and FC Sevilla on May 27, 2015 in Warsaw, Poland.

Final partai Europa League mempertemukan antara Sevilla VS Dnipro Dnipropetrovsk.
Dnipro Dnipropetrovsk mengalami kekecewaan karena harus mengakhiri perjalanan indahnya di Liga Europa di posisi runner-up.Dengan hasil yang diraih, Penyerang Dnipro, Yevhen Seleznyov, menyebut hasil yang dipetik timnya sangat menyakitkan dan mengecewakan.

Dnipro gagal juara setelah takluk 2-3 dari Sevilla di stadion Narodowy, Warsawa, Kamis (28/5/2015) dinihari WIB. Setelah sama kuat 2-2 di babak pertama, mereka harus mengakui keunggulan sang juara bertahan usai dibobol di menit ke-73.Partai ini juga di pertaruhkan pada situs Sbobet .

Dengan hasil tersebut berakhirlah perjalanan mengesankan Dnipro di turnamen kasta kedua antar klub Eropa tersebut musim ini. Meski tampil sebagai tim yang tidak dijagokan, tim Ukraina ini sempat mengejutkan sejumlah tim-tim ternama di kompetisi tersebut.

Lolos ke fase gugur sebagai runner-up grup F di bawah Inter Milan, Dnipro dalam perjalanannya berhadapan dengan sejumlah tim yang lebih berpengalaman di kompetisi Eropa.

Di babak 32 besar, mereka berhasil menyingkirkan Olympiakos dengan agregat 4-2. Selanjutnya Ajax Amsterdam jadi halangan di babak 16 besar. Tapi nyatanya mereka membalikkan prediksi dengan lolos lewat aturan gol tandang, usai bermain imbang 2-2.

Skor 1-0 atas Club Brugges di perempatfinal kemudian mengantarkan mereka satu tempat di semifinal dan berhadapan dengan Napoli. Tak banyak dijagokan, anak asuh Myron Markevych lagi-lagi memutarbalikkan perkiraan dengan menang agregat 2-1.

Laga puncak pun dipijak dan berhadapan dengan Sevilla, sang juara bertahan. Namun pada akhirnya kisah heroik Dnipro harus berakhir dengan kekecewaan.

“Kami sudah mencapai final, kami melakukan hal-hal luar biasa dan mengalahkan sejumlah tim top. Tapi ketika Anda ke final dan kalah, apa gunanya?” kata Seleznyov di situs resmi UEFA.

“Semuanya sebelumnya sudah bagus, segalanya sudah luar biasa, segalanya sebelumnya indah. Kami pergi ke Warsawa untuk bertarung demi trofi yang prestisius ini.”

“Kami sempat mendapatkan kesempatan satu kali seumur hidup yang tidak semua orang dapatkan, dan kami kalah. Kami kalah di laga terpenting dalam hidup kami.”

“Ini bukan sebuah tragedi, tapi secara emosional ini sungguh sangat berat. Saya tidak tahu harus berkata apa, sangat sulit untuk berkata-kata saat ini,” imbuhnya.

Seleznyov mengaku memberikan medalinya untuk sang putra, sembari memberikan pesan penting kepada sang anak.

“Ini sangat menyakitkan. Ketika Anda mencapai final, Anda hanya memikirkan soal kemenangan. Lalu Anda kalah dan terlepas dari apa yang Anda lakukan sebelum itu, Anda masih kalah dan itu menyakitkan,” ujarnya.

“Saya berikan medali runner-up kepada anak laki-laki saya dan mengatakan ‘Ingat ini, hanya terima medali pemenangan. Jangan pernah senang dengan medali runner up’,” demikian pemain 29 tahun itu.