Ayah Kandung Memphis Depay Ingin Berdamai Kembali dengan Sang Putra

memphisdepay

Pada Umumnya seorang pesepakbola membuat nama punggungnya dengan nama belakang ayahnya. Contoh saja seperti dua pemain Spanyol, Sergio Busquets dan Pepe Reina, yang memakai nama sang ayah yang kebetulanya dulunya sama-sama berprofesi sebagai pesepakbola, Charles Busquets dan Miguel Reina.

Hal Berbeda yang dilakukan oleh Memphis Depay, pesepakbola asal Belanda yang kini bermain untuk Manchester United.

Sebelum namanya tenar seperti sekarang, Memphis Depay pernah punya masa lalu yang kelam dengan sang ayah. Kini ayah Memphis, Dennis Depay, mengaku ingin coba membangun lagi hubungan dengan sang anak.…

Gabung El Real, Kovacic Sedih Sekaligus Senang

<> at  on August 5, 2015 in Bruneck, Italy.

Spekulasi transfer tentang gelandang berbakat milik Inter Milan akhirnya selesai. Adalah Mateo Kovacic yang sudah resmi menjadi milik Madrid setelah Inter sepakat dengan nilai transfer 35 juta euro. Pemain asal Kroasia itu akan dikontrak selama enam tahun kedepan dan akan segera diperkenalkan secara resmi kepada publik di Santiago Bernabeu, Rabu (19/8) waktu setempat.

Kovacic merasa senang bisa bergabung dengan klub superior seperti Real Madrid. Namun di satu sisi Kovacic juga merasa sedih harus meninggalkan Inter Milan, klub yang sudah membesarkan nama nya hingga seperti saat ini.

Kepindahan Kovacic ini sekaligus menjadi jawaban atas masa depan gelandang internasional Kroasia tersebut, yang sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir sejak bursa transfer musim panas dibuka. Inter yang butuh dana segar demi menghindari pelanggaran aturan Financial Fair Play, secara berat hati harus melepas salah satu talenta terbaiknya tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Inter Milan yang membesarkan nama Kovacic. Diangkut dari Dinamo Zagreb pada Januari 2013 silam, Kovacic langsung dipercaya mengenakan seragam keramat nomor 10 dan menjadi pilar penting di lini tengah Nerazzuri.

Padahal saat Kovacic memutuskan untuk bergabung Inter, usianya masih sangat mudah yakni 19 tahun. Selama 2,5 musim berseragam Nerrazuri, Kovacic bikin 8 gol dari 97 penampilan di seluruh ajang kompetisi yang di ikuti Inter Milan.

“Saya harus berterima kasih kepada fans, klub, tim dan para pelatih yang sudah banyak membantu saya, melatih dan memberikan saya kepercayaan diri hingga dapat berkembang jauh lebih baik” tutur Kovacic dalam salam perpisahannya kepada Inter.

“Saya tidak tahu harus berkata apa saat ini. Di satu sisi saya sedih, di satu sisi saya juga sangat gembira karena Real Madrid adalah sebuah kesempatan besar bagi saya,” lanjutnya kepada Inter Channel.

“Saya berterima kasih atas cinta dan perhatian yang diterima dalam beberapa tahun ini. Ketika saya meneken kontrak di Inter adalah momen paling membahagiakan, karena penting bagi Anda jika klub sebesar Inter mempercayai Anda di saat usia muda.”

“Lalu ada juga masa-masa sulit, tapi Inter selalu ada di hati saya. Saya sangat senang gabung Real Madrid. Memang benar saya meninggalkan Dejan Stankovic, tapi Luka Modric sudah menunggu dan semoga kami bisa melakukan hal-hal hebat bersama.”

“Saya doakan Inter sukses musim ini dan musim – musim kedepan. salam hangat untuk semuanya, saya cinta kalian semua,” tutup Kovacic.…

Gabung Juventus, Zaza Tak Sabar Kolaborasi Dengan Mandzukic

index

Juventus memang kehilangan beberapa pemain bintangnya,seperti Tevez yang kembali ke Argentina untuk membela Boca Junior dan Andrea Pirlo yang bermain di negeri paman Sam new York FC.

Meski begitu,Bianconerri tetap masih memiliki amunisi lainnya yang bisa menggantikan posisi pemain yang telah meninggalkan Juventus Stadium. Sebelumnya kubu Juventus telah mendatangkan beberapa pemain anyar antara lain, Pablo Dybala, Simone Zaza dan Mario Mandzukic di musim transfer ini.

Penyerang anyar Juventus, Simone Zaza, mengaku belum mengenal gaya bermain rekan setimnya, Mario Mandzukic. Namun demikian, Zaza menilai Mandzukic adalah bomber yang ulung.

“Saya tidak bisa bilang mengenal Mandzukic secara baik karena saya baru sekali berlatih dengan dia. Saya pernah melihat pertandingannya dan dia benar-benar seorang bomber di kotak penalti,” kata Zaza dikutip dari Football Italia, Sabtu (18/7/2015).

Persaingan di lini depan Juventus mulai musim depan bakal menarik. Selain Zaza dan Mandzukic, lini depan Juventus terdiri dari Fernando Llorente, Alvaro Morata, dan Paulo Dybala.

Zaza mengaku tidak tahu apakah akan berduet dengan Mandzukic atau tidak, namun itu yang dia harapkan. Zaza juga ingin berduet dengan penyerang Juventus yang lain.

“Sejujurnya saya tidak bisa bilang pemain mana yang paling cocok berpasangan dengan saya,” ujar eks Sassuolo tersebut.

Pemuda 24 tahun itu juga siap terhadap formasi yang akan diterapkan oleh pelatih Massimiliano Allegri.

“Selama dua tahun saya pernah bermain dengan tiga penyerang, namun sejak September lalu saya mulai bermain dengan dua penyerang di tim nasional,” tutur Zaza yang menilai kesempatan bermain merupakan hal yang sangat penting.…

Simeone: Messi -VS- Maradona

messi vs maradona

Siapa yang tak kenal dengan sang pemain bola dunia dan jenius yang skill nya sudah tidak ragukan lagi yang bernama Lionel messi penyerang terbaik Timnas Barcelona tersebut.
Seperti yang di ketahui penampilan messi pada klub Barcelona sudah di akui kehebatanya. Tentunya jika tanpa messi main di Barcelona, maka tim barca tidak lah sekuat dan terkenal sampai detik ini.

Tentu saja sudah bukan hal yang biasa, semakin terkenalnya seseorang maka dia akan semakin menjadi bahan pembicaraan setiap orang. Tentu saja setiap pembicaraan yang di sampaikan oleh media ataupun seseorang selalu memiliki makna yang positif maupun negatif.

Begitu juga yang di alami pemain profesional tersebut yaitu Lione Messi.
Penyerang Argentina Lionel Messi acap kali dibandingkan dengan Diego Maradona. Eks penggawa Albiceleste Diego Simeone berpendapat bahwa kedua pemain itu tak bisa dibandingkan.

Messi tampil luar biasa saat membela Barcelona. Sebanyak 24 trofi sudah dia sumbangkan sejak membela tim senior Los Cules dari tahun 2004.
Kehebatan Messi di Barca sudah mendapatkan pengakuan. Dia mendapatkan anugerah FIFA Ballon d’Or tiga kali berurutan sejak tahun 2010.

Tapi, Messi belum bisa menyumbangkan piala untuk Argentina. Di Piala Dunia 2014 lalu, dia cuma mampu membawa tim Tango menjadi runner up.

Sementara itu, Maradona yang tak banyak memenangi trofi saat membela Napoli dan Barca, bisa mengantarkan Argentina menjadi juara dunia pada tahun 1986. Oleh karena itu, ada tantangan untuk Messi agar bisa membawa Argentina juara, agar layak disebut sebagai pemain terbaik dunia.

Soal pembandingan Messi dengan Maradona, Simeone kurang setuju. Sebabnya, mereka tidak bermain pada posisi yang sama.

“Messi merupakan pemain nomor satu (di dunia). Tak ada pemain lain yang mendekati (dia) di hari ini,” tegas Simeone di Tyc Sports.

“(Messi dan Maradona) bermain di era yang berbeda dan posisi yang berbeda. Messi lebih banyak bermain sebagai striker, sementara Diego bermain di semua bagian lapangan.”

“Tak adil (membandingkan mereka) karena itu hanya membuat kontroversi. Tapi, dalam perdebatan ini mereka merupakan dua pemain hebat. Anda tak bisa membandingkan dua pemain hebat ini,” imbuhnya.…

Messi Kecewa Bermain Imbang Melawan Paraguay

messiiii

Pertandingan antara timnas Argentina melawan Paraguay pada laga Copa America berakhir dengan hasil seri dengan skor akhir 2-2.
Argentina harus puas bermain seri dengan Paraguay setelah sempat unggul dua gol di babak pertama. Perjuangan Tim Tanggo pada babak ke dua membuat sang pelatih Argentina ” Gerardo Martino” pusing dan hanya bisa terdiam saja melihat timnya mendapat balasan 2 gol dari Paraguay.

Tidak hanya pelatih Argentina saja yang merasa kecewa pada pertandingan tersebut, begitu juga bagi permain ternama Lionel Messi juga kecewa dan menyesalkan lepasnya kemenangan yang sudah di depan mata.

Datang ke Copa America dengan harapan bisa menuntaskan puasa gelar di level internasional selama 22 tahun, Argentina justru mengawali kompetisi dengan kurang meyakinkan. Berhadapan dengan Paraguay, Tim Tango dipaksa bermain imbang 2-2.

Hasil itu terasa menyesakkan karena Argentina lebih dulu unggul 2-0. Dua gol Sergio Aguero dan Messi dibabak pertama dibalas tuntas oleh Nelson Haedo Valdez dan Lucas Barrios di paruh kedua.

Sepanjang babak pertama Argentina juga punya banyak peluang bikin gol dan Paraguay tak diberikan kesempatan mengembangkan permainan. Dicatat bahwa Argentina melepaskan tujuh tembakan on goal di babak ini tanpa bisa dibalas Paraguay.

Namun, di babak kedua performa Argentina menurun drastis yang ditandai dengan gol Nelson Valdez ke gawang Sergio Romero. Paraguay balik menekan dan akhirnya mengamankan satu poin lewat gol Lucas Barrios di menit ke-90.

Hasil imbang 2-2 ini bukanlah awal yang bagus untuk Argentina yang menjadi favorit juara di turnamen ini. Apalagi mereka datang dengan kekuatan penuh dengan trio lini depan menakutkan dalam diri Messi, Aguero, dan Carlos Tevez.

“Kami melakukan kesalahan di mana kami seharusnya lebih banyak memegang bola di babak kedua dan mengendalikan permainan, bukan mereka,” sahut Messi yang meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk.

“Itu membuat Anda gila saat memimpin 2-0 tapi menuntaskan pertandingan dengan imbang. Kami harusnya menurunkan tempo saat mereka datang (menyerang) di babak kedua,” lanjutnya di Reuters.

Hasil imbang di pertandingan pertama belum menutup peluang Argentina lolos ke fase knock out. Tapi perjuangan mereka akan lebih berat karena di pertandingan selanjutnya sudah menunggu Uruguay.

“Sekarang kami harus memikirkan Uruguay dan kami tahu kalau kami harus menang. Ada banyak hal yang harus dikembangkan dan ini baru pertandingan pertama, kami harus sangat tenang,” ucap Messi.

Uruguay adalah juara bertahan Copa America. Duel ini diprediksi berjalan panas karena Uruguay lah yang mendepak Argentina di babak perempatfinal edisi 2011, di mana ketika itu Argentina merupakan tuan rumah.…

Mampuhkah Garuda Emas Mengalahkan Gajah Putih ( Semi Final SEA GAMES 2015 )

indo

Pertandingan SEA Games 2015, Indonesia melawan Singapura merupakan pertandingan yang akan menunjukkan, siapa yang akan melaju ke semifinal SEA GAMES tersebut.
Memulai fase grup dengan takluk 2-4 di tangan Myanmar, Indonesia bangkit di dua laga berikutnya. Setelah melumat Kamboja 6-1, tim besutan Aji Santoso itu menundukkan Filipina 2-0.

Berkat dua kemenangan tersebut, Indonesia kini duduk di posisi kedua klasemen Grup A dengan nilai 6. Torehan nilai tersebut sama dengan milik Singapura yang berada di posisi ketiga.
Jika menang, Indonesia sudah ditunggu Thailand di babak semifinal. Thailand menjadi juara Grup B setelah melahap lima pertandingan dengan kemenangan. Mereka mengoleksi 15 poin, unggul tiga poin atas Vietnam yang jadi runner-up.

Kini impian Indonesia melawan Thailand pada babak semi final sudah di depan mata. karena Indonesia mengalahkan Singapura 1-0 (0-0) di Stadion Jalan Besar Singapura, Kamis (11/6/2015) malam.

Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Aji Santoso, meminta pasukannya tak terlalu larut dalam euforia setelah menang 1-0 atas Singapura pada laga terakhir penyisihan grup dalam ajang SEA Games 2015
Dia meminta Evan Dimas dan kawan-kawan fokus menyiapkan diri menghadapi Thailand pada babak semifinal.

Menurut dia, kemenangan lawan Singapura sangat penting bagi Indonesia karena hal itu menentukan apakah timnas lolos ke babak semifinal. Namun, Thailand merupakan lawan yang harus segera diatasi di tengah pemulihan tenaga yang hanya 24 jam.

terlepas dari kemenangan itu, Aji mengaku sangat diuntungkan dengan tidak turunnya Irfan Fandi di sektor penyerang Singapura pada babak pertama. Padahal, ia sebelumnya sangat memperhitungkan kehadiran pemain itu, yang dengan postur tingginya kerap bermain efektif menyambut bola-bola atas.

“Kami memantau tiga pertandingan Singapura, pemain jangkung nomor 17 (Irfan Fandi) memiliki kemampuan bola-bola atas, dan kami diuntungkan karena ia tidak diturunkan pada babak pertama,” kata Aji.

Terlepas dari jumlah pemain Singapura yang berkurang menjadi 10 pemain pada menit ke-66, Aji melihat penguasaan bola timnya cukup bagus pada pertandingan itu.
“Pemain tampil cukup disiplin, meski sektor pertahanan harus dibenahi sebelum melawan Thailand,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Singapura, Aide Iskandar, mengakui bahwa tim Indonesia bermain lebih baik. Selain itu, kartu kuning kedua yang diterima pemain belakangnya cukup berpengaruh terhadap skema permainan timnya.

“Para pemain Singapura sudah berupaya maksimal pada pertandingan ini, meski hasilnya memang tidak menguntungkan bagi tim. Tim Indonesia bermain lebih baik malam ini,” katanya.

Timnas Indonesia akan tampil pada semifinal melawan juara Grup A, Thailand, di Stadion Nasional Singapura pada Sabtu (13/6/2015). Dengan hasil itu, Indonesia berusaha kembali merealisasikan emas SEA Games setelah selalu gagal pada partai final dalam dua penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia Tenggara itu.…

Pertukaran Pemain Juventus dan Real Madrid

Real Madrid's Sami Khedira (R) is challenged by Schalke 04's Roman Neustadter during their round of 16 second leg soccer match at the Santiago Bernabeu stadium, in Madrid, March 10, 2015.  REUTERS/Juan Medina (SPAIN  - Tags: SPORT SOCCER)

Minggu lalu Juventus baru saja menyelesaikan transfer Paulo Dybala dari Palermo pada selasa (9/6) ini. Juventus juga mengumumkan perekrutan kedua mereka pada musim panas ini, yakni gelandang Sami Khedira yang diangkut dengan bebas transfer.

Setelah melalui proses yang terbilang panjang, Juventus akhirnya resmi merekrut gelandang Real Madrid, Sami Khedira. Pemain asal Jerman itu dikontrak selama empat musim ke depan atau hingga 30 Juni 2019.

Khedira baru bisa bergabung bersama Gianluigi Buffon dan kawan-kawan pada 1 Juli 2015. Hal itu dikarenakan, sang pemain harus menghormati kontraknya bersama Madrid yang akan habis pada 30 Juni 2015. Itu berarti, Juve tak mesti mengeluarkan uang sepeser pun untuk mendatangkan mantan pemain VfB Suttgart tersebut.

Kepastian kabar transfer pemain 28 tahun ke Bianconeri diungkapkan langsung di situs resmi tim yang bermarkas di Juventus Stadium tersebut.

Khedira adalah jenis gelandang petarung perebut bola. Mampu mengkover banyak wilayah lapangan dan juga dianugerahi kemampuan passing dan shooting istimewa, serta visi permainan yang luar biasa.

Allenatore Juventus , Massimiliano Allegri sangat senang karena mendapat tambahan pemain dengan kelas, kualitas, dan pengalaman internasional ke dalam timnya. Khedira dipercaya akan membuat lini tengah juventus menjadi salah satu link tengah terkuat di dunia sepakbola. Pengalaman dan keahlian Khedira akan dinilai sangat dibutuhkan oleh tim agar bisa bersaing di Serie A musim depan.

Meski sempat jadi penggawa utama El Real setelah didatangkan dari VfB Stuttgart pada 2010, Khedira jarang memperoleh kesempatan bermain pada musim pamungkasnya di Santiago Bernabeu hingga akhirnya hijrah ke Italia.

Sebaliknya , pelatih baru Real Madrid, Rafa Benitez disinyalir mempunyai rencana untuk memboyong Leonardo Bonucci dari Juventus. Bahkan pelatih Rafael Benitez sendiri yang meminta manajemen Los Merengues untuk dapat mendatangkan Bonucci ke skuad mereka.

Penampilan Bonucci sepanjang musim ini memang terbilang sangat impresif bersama Juve. Terlebih, bek Timnas Italia itu hampir membawa Bianconeri merengkuh treble jika saja tak ditaklukkan Barcelona di partai final.

Madrid sendiri memang sangat membutuhkan tambahan amunisi di pos lini belakang mereka. Pasalnya, hanya Sergio Ramos saja yang sukses bermain baik untuk skuad Los Blancos musim lalu.

Keinginan klub kesayangan publik Ibu Kota Spanyol itu memboyong Bonucci datang langsung dari mulut sang pelatih anyar mereka. Bahkan, Benitez menilai sosok pemain berusia 28 tahun itu dianggap cocok mengisi skema permainan yang bakal ia terapkan kepada Madrid musim depan.…

Van Persie Semakin Dekat Dengan Serie A Italia

penyerang-united-merapat-ke-italia-nfdRmxOoRh

Setelah Radamel Falcao kini giliran mantan striker Arsenal yang di isukan akan meninggalkan Old Trafford.Ya Robin Van Persie dikabarkan akan melanjutkan karir sepakbola di Italia.

Dibawah tangan kepelatihan Louis Van Gaal , Van Persie dinilai tampil kurang memuaskan musim ini.Meski tampil kurang oke bukan berarti pemain keturunan Belanda ini tidak ingin dibeli tim lain.Salah satu tim di Italia Serie A Lazio dikabarkan akan mendatangkan Van Persie musim depan.

Bukan Lazio saja yang tertarik dengan kualitas Van Persie, juara bertahan Serie A ,Juventus juga dikabarkan ingin membawa Rvp ke Turin untuk mempertajam lini depan Bianconerri.

Seperti diberitakan The Metro, Sabtu (6/6/2015), Lazio berani menyodorkan 11 juta pounds atau sekira Rp224 miliar kepada manajemen Red Devils guna memboyong pemain berusia 31 tahun tersebut. Nantinya, Van Persie diproyeksikan untuk menggantikan posisi Miroslav Klose yang semakin tua.

Biancocelesti –julukan Lazio – kemungkinan besar akan tampil di Liga Champions musim depan. Tentu kehadiran penyerang sekaliber Van Persie sangat dibutuhkan mereka guna membantu Elang Ibu Kota berbicara di kejuaraan paling prestisius antarklub Eropa tersebut.

Selain itu, peluang Lazio untuk mendapatkan jasa mantan kapten Arsenal itu sejatinya cukup besar. Sebagaimana diketahui, RvP –sapaan akrab Van Persie – seperti sudah tak dibutuhkan tim asuhan Louis van Gaal musim depan.

Akibat sering dilanda cedera dan sering dibangku cadangkan adalah alasan yang kuat untuk Van Persie keluar dari English Premier League.

Posisi Van Persie di Manchester United pun lebih sering di isi oleh pemain veteran yang dimiliki seperti Janujaz,James Wilson dan pemain senior Wayne Rooney. Apalagi musim depan Manchester United resmi mendatangkan pemain satu kebangsaan dengan Van Persie yaitu Memphis Deepay.Kedatangan Deepay membuat tempat Van Persie menjadi starter semakin menipis.

Setelah mengembalikan Radamel Falcao ke AS Monaco, United berencana melepas RvP ke tim lain pada musim nanti.

Nantinya, uang hasil penjualan pemain jebolan akademi Feyenoord Rotterdam, bisa dipakai untuk membeli penyerang incaran mereka, seperti Edinson Cavani atau Gonzalo Higuain.…

Morata : Juventus Tidak Gentar sama Messi

Barcelona's soccer player Lionel Messi takes part in a commercial event at Camp Nou stadium in Barcelona November 27, 2014. REUTERS/Albert Gea

Prediksi hasil Barcelona vs Juventus menjelang final Liga Champions 2015, Minggu (7/6/2015) dini hari, terus bermunculan. Banyak yang mempertanyakan apakah Lionel Messi akan mencetak gol di saat Juventus tengah ‘keropos’ di barisan pertahanannya?

Gol Messi pastilah menjadi sesuatu yang ditunggu para pecinta sepak bola karena kerap kali terjadi lewat aksi briliannya. Prediksi hasil Barcelona vs Juventus memang banyak melihat faktor Messi tanpa bermaksud mengecilkan peran rekannya di Barca.

Apalagi Messi bersama tandemnya Luis Suarez dan Neymar bakal beraksi saat Juventus dihantui tidak fitnya dua punggawa di barisan belakang yakni Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini yang cedera menjelang pertandingan final Barcelona vs Juventus di Berlin.

Namun lain pula pendapat dari penyerang Juventus yang bernama Alvaro Morata
Keberadaan Lionel Messi di Barcelona tak membuat Alvaro Morata gentar. Penyerang Juventus itu yakin timnya juga punya pertahanan yang tak kalah bagus yang bisa meredam Messi.

Messi dikenal sebagai salah satu predator mematikan di barisan depan Barca. Messi bersama Luis Suarez dan Neymar menjadi trio penyerang yang paling berbahaya.Bahkan situs bandar besar seperti  Ibcbet Online  pun memuat taruhan menjagokan messi sebagai pencetak gol pada partai ini .

Pemain berusia 36 tahun itu yakin bahwa Juventus menampilkan pertahanan kokoh. Ini boleh jadi menjadi pekerjaan rumah spesial bagi trio MNS (Messi, Neymar, Suarez).

Di La Liga saja, jumlah gol Messi menyentuh angka 43. Bersama Barca di semua kompetisi musim ini, Messi sudah menghasilkan 58 gol.

Messi sejauh ini menjadi top skorer Liga Champions musim ini dengan 10 gol. Sementara Juve merupakan salah satu tim dengan pertahanan terbaik. Tim arahan Massimiliano Allegri itu sampai ke final dengan hanya kebobolan tujuh gol.

Messi akan menjadi salah satu ujian yang akan dihadapi pertahanan Juve di final Liga Champions, Sabtu (6/6/2015) mendatang. Meski demikian, Morata yakin Leonardo Bonucci dkk. bisa mengatasi bintang asal Argentina itu.

“Tidak, dia tidak membuat kami takut. Ada hal-hal lain dalam hidup yang menakutkan,” ujar Morata seperti dikutip AS.

“Kami punya respek untuk Messi, yang merupakan salah satu pemain terbaik di dunia. Messi dan Cristiano ada satu level di atas yang lainnya, tapi kami juga punya pertahanan yang bagus dan mereka bisa mengatasinya,” katanya.…

Perjalanan Indah Ke Final Di Akhiri Dengan Kekalahan

during the UEFA Europa League Final match between FC Dnipro Dnipropetrovsk and FC Sevilla on May 27, 2015 in Warsaw, Poland.

Final partai Europa League mempertemukan antara Sevilla VS Dnipro Dnipropetrovsk.
Dnipro Dnipropetrovsk mengalami kekecewaan karena harus mengakhiri perjalanan indahnya di Liga Europa di posisi runner-up.Dengan hasil yang diraih, Penyerang Dnipro, Yevhen Seleznyov, menyebut hasil yang dipetik timnya sangat menyakitkan dan mengecewakan.

Dnipro gagal juara setelah takluk 2-3 dari Sevilla di stadion Narodowy, Warsawa, Kamis (28/5/2015) dinihari WIB. Setelah sama kuat 2-2 di babak pertama, mereka harus mengakui keunggulan sang juara bertahan usai dibobol di menit ke-73.Partai ini juga di pertaruhkan pada situs Sbobet .

Dengan hasil tersebut berakhirlah perjalanan mengesankan Dnipro di turnamen kasta kedua antar klub Eropa tersebut musim ini. Meski tampil sebagai tim yang tidak dijagokan, tim Ukraina ini sempat mengejutkan sejumlah tim-tim ternama di kompetisi tersebut.

Lolos ke fase gugur sebagai runner-up grup F di bawah Inter Milan, Dnipro dalam perjalanannya berhadapan dengan sejumlah tim yang lebih berpengalaman di kompetisi Eropa.

Di babak 32 besar, mereka berhasil menyingkirkan Olympiakos dengan agregat 4-2. Selanjutnya Ajax Amsterdam jadi halangan di babak 16 besar. Tapi nyatanya mereka membalikkan prediksi dengan lolos lewat aturan gol tandang, usai bermain imbang 2-2.

Skor 1-0 atas Club Brugges di perempatfinal kemudian mengantarkan mereka satu tempat di semifinal dan berhadapan dengan Napoli. Tak banyak dijagokan, anak asuh Myron Markevych lagi-lagi memutarbalikkan perkiraan dengan menang agregat 2-1.

Laga puncak pun dipijak dan berhadapan dengan Sevilla, sang juara bertahan. Namun pada akhirnya kisah heroik Dnipro harus berakhir dengan kekecewaan.

“Kami sudah mencapai final, kami melakukan hal-hal luar biasa dan mengalahkan sejumlah tim top. Tapi ketika Anda ke final dan kalah, apa gunanya?” kata Seleznyov di situs resmi UEFA.

“Semuanya sebelumnya sudah bagus, segalanya sudah luar biasa, segalanya sebelumnya indah. Kami pergi ke Warsawa untuk bertarung demi trofi yang prestisius ini.”

“Kami sempat mendapatkan kesempatan satu kali seumur hidup yang tidak semua orang dapatkan, dan kami kalah. Kami kalah di laga terpenting dalam hidup kami.”

“Ini bukan sebuah tragedi, tapi secara emosional ini sungguh sangat berat. Saya tidak tahu harus berkata apa, sangat sulit untuk berkata-kata saat ini,” imbuhnya.

Seleznyov mengaku memberikan medalinya untuk sang putra, sembari memberikan pesan penting kepada sang anak.

“Ini sangat menyakitkan. Ketika Anda mencapai final, Anda hanya memikirkan soal kemenangan. Lalu Anda kalah dan terlepas dari apa yang Anda lakukan sebelum itu, Anda masih kalah dan itu menyakitkan,” ujarnya.

“Saya berikan medali runner-up kepada anak laki-laki saya dan mengatakan ‘Ingat ini, hanya terima medali pemenangan. Jangan pernah senang dengan medali runner up’,” demikian pemain 29 tahun itu.…

Pemain Termahal Madrid Dinilai Tidak Aktif Di Atas Lapangan

baleisi

Kritikan terus menerus masuk bagi pemain Madrid yang dibeli dengan banderol harga termahal sedunia, Gareth Bale.Gagalnya El Real untuk tampil di final Liga Champions dikarenakan dikalahkan oleh wakil dari Italia Juventus dengan Agregat skor 2- 3.

Kritikan demi kritikan pun harus diterima pria asal Wales ini.Dan Gareth Bale dinilai bermain terlau pasif bersama Real Madrid.

Sebelum laga leg II semifinal Liga Champions melawan Juventus, Bale sudah dikritik oleh mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes,dimana disebut tampil kurang agresif. Kurang agresifnya Bale membuat Madrid kekurangan daya penetrasi. Inilah, menurut Scholes, salah satu faktor mengapa Madrid kalah 1-2 dari Juventus pada pekan lalu.

Kurang agresifnya Bale terlihat dari jumlah sentuhan bola yang dia hasilkan: cuma 32. Selain itu, tidak sekali pun dia menciptakan peluang pada laga tersebut. Tidak heran jika Scholes meminta Bale tampil lebih pede. Scholes menilai, Bale seharusnya lebih berani melakukan dribel dan melepaskan tembakan –karena di situlah kemampuan terbaiknya terletak.

“Pekan lalu kepercayaan dirinya terlihat rendah. Ia terus-terusan begitu saja melayangkan bolanya sehingga mudah diantisipasi para pemain bertahan lawan,” ucap Scholes ketika itu pada Agen Judi Bola .

Pada leg II yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (14/5) dinihari WIB, Bale memang tampil lebih sedikit lebih baik. Dia lebih berani melepaskan tembakan. Tercatat dia mampu melepaskan 7 attempts sepanjang laga, namun hanya 1 yang mengarah tepat sasaran.

Madrid bermain imbang 1-1 dengan Juventus pada laga tersebut. Imbasnya, mereka pun tersingkir setelah kalah agregat 2-3.

Lalu, bagaimana performa Bale pada laga tersebut? Menurut eks bek Liverpool yang kini jadi pundit untuk Sky Sports, Jamie Carragher, performa Bale masih belum cukup baik.

Meski memiliki sejumlah kesempatan, Carragher menilai Bale terlalu kekurangan rasa percaya diri. Ini, kata Carragher, membuatnya tampak pasif.

“Pemain besar melakukan sesuatu yang luar biasa di laga-laga penting, dan malam ini dia membutuhkan hal tersebut. Dia memang tidak membuang sebuah kans yang seharusnya jadi gol, tapi keadaan tidak berjalan sebagaimana mestinya untuk dia,” ujar Carragher.

“Tidak diragukan lagi, dia memiliki masalah dengan kepercayaan dirinya.”

“(Cristiano) Ronaldo juga tidak tampil terlalu bagus, tapi dia masih berlari ke mana-mana, berusaha untuk membuat sesuatu. Melihat Bale, dia memang cocok disebut pasif.”

Carragher menyebut, runtuhnya kepercayaan diri Bale itu bisa jadi disebabkan kritik tak kunjung henti yang diarahkan padanya. Ironisnya, kritik tersebut juga datang dari pendukung sendiri.

Menghadapi masalah tersebut, Carragher menilai bahwa seharusnya Bale bermain lebih arogan dan sedikit egois di atas lapangan.

“Jika dia terus mendapatkan kritik di Real Madrid, mungkin itu bukan karena kemampuannya, tapi karena karakternya. Seharusnya dia bermain lebih arogan dan meminta bola lebih banyak dari rekan-rekannya,” kata Carragher.…

Kecaman Fans Bayern Kepada Goetze Saat Dibantai Barcelona

goetze

Pastinya sebuah tim besar akan mengalami kekecewaan yang sangat besar saat bertanding dan harus dipaksa menelan kekalahan dengan skor cukup telak.Bukan fans ataupun pelatih, tetapi seluruh pemain juga akan mengalami hal yang sama.Tetapi ada yang berbeda dari pertandingan Barcelona VS Bayern Munchen lalu.

Saat sang juara BUNDESLIGA,Bayern Munchen habis dibantai oleh Barcelona 3 – 0 di ajang semifinal leg 1 Liga Champions Rabu 5/5/2015, ada kejadian yang unik yang di tangkap oleh kamera dan kini salah satu pemain The Bavarians ini harus menerima kecaman fans di publik  Ibcbet .

Perilaku Mario Goetze setelah Bayern Munich dikalahkan Barcelona 3-0 membuat murka sebagian pendukungnya sendiri. Kini, gelandang Bayern itu mengeluarkan pernyataan mengenai hal itu.

Kubu Die Roten begitu terpukul setelah menelan hasil mengecewakan yang didapat di laga semifinal leg pertama di Camp Nou. Soalnya, itu artinya Bayern akan menghadapi pekerjaan super berat karena harus bisa mengalahkan Barca 4-0 di Allianz Arena.

Setelah peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir, Goetze terlihat menemui rekannya sekaligus kiper lawan yang mengalahkan mereka Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen. Keduanya berpelukan dan berbagi tawa sebelum berjalan ke luar lapangan.

Reaksi Goetze itu lantas membuat pendukung Bayern marah lalu ditumpahkan lewat sosial media. Pemain bernomor punggung 19 itu dianggap tidak peduli dengan kekalahan yang baru saja diterima timnya.

Akan tetapi, melalui situs pribadinya, Goetze menepis anggapan fans Bayern. Ia sekaligus minta maaf karena telah memberi kesan yang menimbulkan prasangka berbeda.

“Ada beberapa berita di media bahwa aku bercanda dan tertawa dengan temanku Marc-Andre ter Stegen setelah pertandingan. Siapapun yang berpikir bahwa kekalahan itu tidak jadi perhatianku maka itu sepenuhnya salah,” tulis Goetze.

“Aku juga sangat kecewa seperti yang dirasakan setiap fans dan rekan-rekan setimku. Jika perilakuku itu tampak berbeda maka aku ingin meminta maaf untuk hal itu.”

“Aku juga ingin menambahkan bahwa aku memberikan segalanya untuk klub setiap saat, selalu maju ke depan dalam mencapai sukses dengan timku dan bertindak dengan penuh hormat terhadap fans, FC Bayern, dan semua tim lawan,” demikian Goetze.

Sebelum ini, Goetze memang ramai dikritik karena performanya yang kurang oke. Salah satunya datang dari presiden kehormatan Bayern Franz Beckenbauer yang menyamakan Goetze seperti bocah pesepakbola.…